Pernahkah kamu sadar kalau dunia ini dirancang sedemikian rupa supaya kamu lebih gampang menikmati hiburan ketimbang mendapatkan pendidikan yang berkualitas internet media sosial dan platform streaming menyajikan hiburan gratis melimpah ruah dari video receh sampai gosip selebriti orang lebih gampang dapat rekomendasi video joget joget enggak guna daripada konten edukasi yang bisa bikin mereka ngerti cara keluar dari kemiskinan dan kebodohan tapi ketika kamu mau mengakses pendidikan yang benar-benar bisa mengubah hidup Tunggu dulu itu butuh biaya mahal akses terbatas dan seringki dikontrol Oleh segelintir orang yang punya kuasa realitanya kesenjangan ini bukan sekadar kebetulan ini adalah hasil dari sistem
yang mengutamakan keuntungan segelintir elit dibanding pemerataan ilmu hiburan yang berlebihan bukan cuma membat orang lalai tapi juga bikin mereka tetap berada dalam lingkaran kemiskinan dan kebodohan struktural dan ironisnya banyak dari Mereka yang memilih jalan itu dengan sadar lebih menikmati konten kosong ketimbang berjuang untuk memperbaiki kehidupan mereka Maka dari itu kita harus memahami Bagaimana sistem ini bekerja Apakah memang ada pihak yang sengaja menciptakan ketimpangan ini atau tau apakah ini hanyalah konsekuensi alami dari perkembangan teknologi dan kapitalisme Mari kita bongkar satu persatu sejak dulu penguasa tahu satu hal penting kasih rakyat hiburan maka mereka enggak akan melawan
dari zaman kekaisaran Romawi dengan panem sirirkenses yang artinya roti dan sirkus sampai era modern dengan media sosial dan netflix konsepnya tetap sama masyarakat yang sibuk mencari hiburan enggak akan punya waktu untuk berpikir kritis apalagi memberontak noomcomski dalam teorinya tentang Manufacturing Kent menjelaskan bahwa media seringkiali digunakan untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari isu-isu penting algoritma media sosial didesain untuk mempertahankan perhatian kita pada konten yang paling mudah dicerna bukan yang paling bermanfaat akibatnya makin banyak orang yang terjebak dalam lingkaran konsumsi hiburan tanpa sadar bahwa mereka sedang dijauhkan dari akses ke ilmu dan kesadaran politik ini bukan hanya tentang
pilihan individu tapi tentang struktur yang memang didesain untuk membuat orang tetap sibuk dengan hal-hal yang enggak memberdayakan mereka lihat saja Berapa banyak orang yang bisa maraton serial selama berjam-jam tapi ketika diminta membaca buku atau mengikuti kurs kursus online tiba-tiba kehilangan motivasi di sisi lain pendidikan yang berkualitas tetap menjadi barang mewah sekolah-sekolah terbaik punya biaya yang selangit kursus berkualitas tinggi juga mahal dan akses ke sumber daya akademik seringki dibatasi oleh pywall bahkan di era digital banyak jurnal ilmiah masih terkunci di balik langganan berbayar membuat ilmu pengetahuan hanya bisa diakses oleh mereka yang mampu Pierre burdio dalam
teorinya tentang cultural Capital menjelaskan bahwa akses ke pendidikan bukan cuma soal uang tapi juga soal lingkungan sosial anak-anak dari keluarga kaya lebih mungkin mendapatkan pendidikan terbaik karena mereka tumbuh di lingkungan yang mendukung sementara itu anak-anak dari keluarga miskin seringkiali enggak punya kesempatan yang sama bukan karena mereka enggak mau belajar tapi karena sistem enggak memberikan mereka kesempatan yang adil akibatnya kesenjangan pendidikan terus berlanjut orang kaya semakin pintar dan semakin kaya sementara orang miskin semakin Tertinggal dan tanpa akses ke pendidikan mereka enggak bisa keluar dari lingkaran kemiskinan yang terus diwariskan ke generasi berikutnya Ketika seseorang lahir dalam
keluarga miskin tanpa akses ke pendidikan yang layak kemungkinan besar ia akan tetap terjebak dalam lingkaran kemiskinan bukan hanya karena keterbatasan ekonomi tetapi juga karena lingkungan yang tidak mendukung perkembangan intelektual keluarga kaya mewariskan buku pendidikan berkualitas dan koneksi sosial yang mempercepat kesuksesan sebaliknya keluarga miskin hanya mewariskan hiburan gratis dan pendidikan seadanya menciptakan jurang yang semakin lebar antara si kaya dan si miskin fenomena ini sejalan dengan teori kultural Capital dari Pierre burourdieu yang menjelaskan bahwa individu dengan akses ke pendidikan berkualitas memiliki modal sosial dan budaya yang lebih tinggi sehingga lebih mudah mencapai kesuksesan sementara itu mereka yang
tumbuh dalam lingkungan tanpa pendidikan yang layak akan kesulitan mengejar ketertinggalan meskipun memiliki potensi yang sama dengan kata lain Kesuksesan bukan sekadar hasil kerja keras tetapi juga ditentukan oleh modal sosial dan budaya yang diwariskan sejak lahir lebih parahnya lagi siklus ini tidak berhenti pada satu generasi saja orang tua yang kurang berpendidikan cenderung tidak mampu memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak mereka mereka lebih sibuk bertahan hidup daripada memikirkan Bagaimana membangun masa depan yang lebih baik akhirnya kemiskinan dan kebodohan menjadi waris turuntemurun bukan karena takdir tetapi karena sistem yang terus mempertahankannya Salah satu dampak paling mengerikan dari kebodohan
struktural ini adalah lahirnya generasi yang tidak memiliki kapasitas untuk mendidik anak-anak mereka sendiri mereka hanya bisa memperbanyak keturunan tanpa mempertimbangkan Bagaimana memberikan pendidikan yang layak akibatnya anak-anak mereka tumbuh dalam kondisi yang sama mengonsumsi hiburan yang sama dan pada akhirnya Mengulangi kesalahan yang sama ini bukan sekadar masalah individu tetapi Efek domino yang menghancurkan potensi generasi ke generasi yang lebih ironis teknologi seharusnya bisa menjadi solusi akses terhadap informasi dan pendidikan sudah jauh lebih mudah dibanding dulu namun alih-alih memanfaatkannya untuk belajar dan meningkatkan kualitas hidup banyak orang Justru lebih memilih menikmati hiburan receh yang tidak membawa manfaat apapun
mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk konten dangkal yang hanya memberi kesenangan sesaat tapi mengabaikan peluang untuk memperkaya wawasan jika pola ini terus berlanjut kesenjangan sosial akan semakin melebar segelintir orang akan terus menguasai ilmu dan kekayaan sementara mayoritas hanya menjadi pekerja dengan gaji rendah yang melarikan diri ke hiburan murah sebagai pelipur lara pertanyaannya Sampai kapan kita membiarkan diri kita terjebak dalam siklus ini sekarang kita masuk ke pertanyaan besar apakah sistem ini memang dirancang seperti ini jawabannya kemungkinan besar Iya kapitalisme modern tidak hanya bergantung pada tenaga kerja murah tetapi juga membutuhkan populasi yang konsumtif dan mudah dikendalikan Salah
satu cara paling efektif untuk memastikan hal ini adalah dengan membuat orang-orang sibuk dengan hiburan tanpa akhir sambil mempersulit akses mereka terhadap pendidikan yang bisa membebaskan mereka dalam buku Manufacturing konsen karya noam chomski dijelaskan Bagaimana media digunakan untuk mengalihkan perhatian publik dari isu-isu yang benar-benar penting semakin banyak orang yang sibuk dengan drama selebriti tren viral dan konten receh semakin sedikit yang peduli terhadap bagaimana sistem ini bekerja untuk menindas mereka ini adalah strategi yang sudah lama diterapkan oleh para elit untuk mempertahankan kekuasaan mereka zaman sekarang teknologi seharusnya bisa menjadi solusi untuk ketimpangan ini dengan internet seharusnya Semua
orang punya akses ke ilmu pengetahuan Tanpa Batas tapi apakah kenyataannya begitu enggak juga masalahnya adalah meskipun informasi tersedia mayoritas orang lebih memilih konten yang enggak bermanfaat YouTube punya jutaan video edukatif tapi yang trending adalah prank murahan dan drama seleb ebook dan jurnal akademik tersedia tapi orang lebih suka Scroll tiktok selama berjam-jam teknologi enggak otomatis mencerdaskan Justru malah seringkiali memperparah kebodohan kalau enggak digunakan dengan benar yufal Noa harari dalam bukunya homodeus menjelaskan bahwa di era digital perbedaan antara yang sukses dan yang gagal bukan lagi soal Siapa yang punya akses ke informasi tapi Siapa yang bisa memanfaatkannya
dan faktanya banyak orang miskin yang enggak memanfaatkan teknologi dengan maksimal mereka lebih memilih hiburan kosong dibanding ilmu yang bisa mengubah hidup mereka Jadi apakah ini salah sistem atau salah individu [Musik] duuanya sistemangak adil tapi di saat yang sama individu punya pilihan Masalahnya banyak orang yangru memilih Jalan kebodohan keangan antara hiburan gratis dan pendidikan mahal bukadar fenomena alami ini dari [Musik] sistem hiburan kosong semakin kecil kemungkinan mereka untuk mempertanyakan sistem yang menindas mereka tapi apakah ini berarti kita enggak bisa berbuat apa-apa enggak juga justru di sinilah pentingnya kesadaran individu kalau kamu paham bahwa sistem ini memang
enggak berpihak padamu maka kamu harus mengambil langkah untuk keluar dari lingkaran ini manfaatkan teknologi dengan bijak cari ilmu yang beneran berguna dan jangan biarkan di kamu jadi korban dari sistem yang cuma pengin kamu tetap bodoh dan konsumtif pada akhirnya Pilihan ada di tanganmu kamu mau terus jadi bagian dari masa yang terjebak dalam hiburan tanpa makna atau kamu mau jadi orang yang benar-benar paham gimana dunia ini bekerja dan menggunakan ilmu buat memperbaiki hidupmu