penemuan pagar laut di pesisir Kabupaten Tangerang Banten membuat masyarakat bertanya-tanya pagar laut sepanjang 30,16 KM dan tinggi rata-rata 6 m ini diketahui membentang dari Desa muncung hingga Desa Paku Haji Tangerang lokasi pembangunan pagar itu berada di zona pemanfaatan umum yang diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2023 Lantas apa saja fakta-fakta yang telah terungkap terkait pagar laut misterius [Musik] ini dari hasil investigasi awal yang dilakukan dinas Kelautan dan Perikanan DKP Provinsi Banten diketahui struktur pagar laut tersebut terbuat dari bambu atau cerucu di bagian atasnya dipasang anyaman bambu dan paranet serta pemberat berupa karung berisi pasir di
dalam area pagar laut ini juga dibuat kotak-kotak yang lebih sederhana sementara Om RI yang melakukan pemeriksaan pada 5 Desember 2024 menemukan fakta pagar laut itu tak hanya terdiri dari satu lapis melainkan beberapa lapis yang menyerupai labirin Selain itu pagar laut ini memiliki pintu setiap 400 m yang memungkinkan perahu masuk dan di dalamnya ada lapisan pagar [Musik] lain temuan pagar laut ini ternyata sudah lama karena DKP Provinsi Banten telah mendapat laporan sejak 2024 kepala DKP Banten Eli susianti mengaku menerima informasi mengenai aktivitas pemagaran laut ini pada 14 Agustus 2024 saat dicek pada 19 Agustus 2024 pagar
laut tersebut baru mencapai panjang sekitar 7 KM belakangan fakta yang ditemukan Ombudsman RI mengungkap pembangunan pagar laut tersebut dilakukan sejak Juli 2024 [Musik] hingga kini belum terungkap Siapakah pemilik atau pihak yang memerintahkan pembangunan pagar laut tersebut Namun informasi terkait Siapa yang membangun sudah didapatkan dan diketahui pembangunan pagar laut itu tidak berizin Kepala perwakilan Ombudsman RI Banten Fadli Afriadi menyebut pagar bambu itu didirikan oleh warga pada malam hari dengan upah harian sebesar r100.000 aktivitas pembangunan pagar itu pun tidak diketahui karena dilakuk diam-diam pada malam hari meski DKP Banten bersama tnial olirut psdkp KKP pupr Satpol PP
dan Dinas Perikanan Tangerang telah melakukan inspeksi gabungan bagar laut itu semakin memanjang bahkan sudah mencapai 30 km kepala perwakilan ombutsman RI wilayah Banten Fadli Afriadi menyebut belum diketahui secara pasti fungsi dan tujuan pembangunan pagar laut tersebut Namun pagar laut itu memicu keluhan dari ribuan nelayan selama 6 bulan terakhir sejak pemasangan pagar Sebab mereka kesulitan mengakses area tangkapan ikan akibat struktur pagar yang tertutup berlapis-lapis Ombudsman RI Banten Tengah melakukan investigasi untuk mengungkap asal-usul pagar laut misterius ini Ombudsman RI Banten berencana memanggil pihak terkait termasuk DKP Banten dan pihak lainnya yang dianggap memiliki informasi penting [Musik] [Tepuk
tangan] [Musik]