[Musik] [Tepuk tangan] [Musik] asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahiabbil alamin wabihi nastainu ala umurid dunya waddin allahumma sholli wasallim wabarik ala habibina wa syafiina sayyidina wa maulana Muhammadin waa alihi wa ashabihi waman tabiahum bisani ila yaumiddin amma ba'du alhamdulillah pada kesempatan ini kita bisa kembali belajar tentang beberapa pelajaran yang kita dapatkan di bulan Ramadan dan pada hari ini semoga teman-teman semuanya di babak-babak akhir bulan Ramadan di hari-hari terakhir menjelang berakhirnya bulan Ramadan merasakan kepuasan kelegaan dan syukur yang mendalam bersyukur karena kita dipertemukan pada bulan Ramadan tahun ini dan alhamdulillah bisa melaksanakan ibadah-ibadah di bulan Ramadan tahun
ini dengan keseri keseriusan dan kesungguhan puji syukur juga karena pada bulan Ramadan ini apa yang kita inginkan apa yang kita idealkan bisa terwujud dan mudah-mudahan kebaikan tersebut bisa kita bawa meskipun bulan Ramadan sudah usai di kesempatan yang tidak terlalu panjang ini apa yang disampaikan mudah-mudahan bisa menjadi bahan muhasabah atau introspeksi kita apakah kita di satu bulan Ramadan ini sudah ada peningkatan atau perubahan ataukah belum ada perubahan bahan yang dimaksud adalah yang pertama adanya peningkatan kualitas takwa definisi takwa mungkin teman-teman sudah banyak membaca di beberapa referensi kitab atau buku tetapi pada kesempatan kali ini definisi takwa
mungkin kita bisa pahami lebih mudah yaitu dari kata-kata yang membentuk huruf atau kata takwa yaitu huruf ta qof wwu dan ya huruf ta yaitu tawadu qof-nya adalah qanaah wawunya adalah waro dan ya-nya adalah yakin jika kita menggunakan definisi ini maka kita bisa mengukur adanya peningkatan atau perubahan takwa dari kita dari yang pertama kita melihat dari tawadu apakah tawadu dalam diri kita sudah meningkat tawadu diartikan sebagai kerendahan hati kerendahan hati apabila kita merasa bahwa di akhir bulan Ramadan ini sudah merasa rendah hati merasa lemah ada keterbatasan kita perlu sandaran kepada Allah maka insyaallah ada peningkatan aspek
takwa pada diri kita yang kedua qanaah qanaah bisa diartikan sebagai rasa batin kita yang menerima apapun yang dianugerahkan oleh Allah apapun yang dijatah dan diberikan oleh Allah kepada kita bila di akhir bulan Ramadan ini kita sudah merasa bahwa kita sebagai pribadi yang lebih menerima lebih qonaah maka ada aspek yang sudah meningkat dari ketakwaan kita yang ketiga yaitu wara atau wirai wara itu adalah jiwa yang sudah terbiasa tidak tergoda atau tidak terbujuk dengan duniawi atau bisa diartikan sebagai seseorang yang lebih berhati-hati untuk menjaga dirinya dari hal-hal yang dilarang oleh Allah jadi kalau kita di akhir bulan
Ramadan ini kita sudah menjadi pribadi yang lebih berhati-hati lebih memilah dan memilih sikap mana yang harus kita lakukan maka kita sudah memenuhi salah satu aspek ketakwaan dan insyaallah sudah ada peningkatan atau perubahan dalam diri kita dan yang terakhir yaitu ya atau yakin yakin itu adalah keyakinan kemantapan hati keimanan kepada Allah orang yang mantap hatinya yang yakin hatinya maka dia akan berusaha lebih mendekatkan diri kepada Allah jika di akhir bulan Ramadan ini kita sudah merasa lebih yakin lebih ada rasa untuk mendekatkan diri kepada Allah lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah berarti insyaallah sudah ada peningkatan atau
perubahan ketakwaan dalam diri kita itulah beberapa bahan untuk kita bermuhasabah atau berintrospeksi apakah di satu bulan Ramadan ini kita sudah mengalami peningkatan atau perubahan dalam diri kita terutama dalam segi ketakwaan kita inilah parameter yang harus kita perhatikan dalam 1 bulan kita berpuasa yang paling terpenting lagi adalah sikap istikamah kita yaitu dengan membawa kebaikan-kebaikan yang sudah kita lakukan dalam 1 bulan berpuasa ini kita istikamahkan kita biasakan di bulan-bulan selanjutnya itu adalah hal terpenting lainnya selain daripada kita berintrospeksi dan muhasabah serta merubah diri kita dalam satu bulan di bulan Ramadan dan selanjutnya mungkin pada kesempatan ini saya
juga harus menyampaikan permohonan maaf dan permintaan maklum karena di akhir bulan Ramadan ini mungkin adalah momen yang paling tepat kita untuk saling memaafkan saling memberikan maaf kepada sesamanya karena mungkin kita di sini pernah mengalami khilaf pernah ada sesuatu yang kurang pas atau mungkin bahkan keliru maka mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya seperti dikutip dari sebuah hadis riwayat Muslim w zadallahu abdan bwin illa izza yang artinya tidaklah Allah memberikan kepada seorang hamba dengan sikap pemaafnya kecuali sebuah kemuliaan jadi marilah kita sama-sama berubah membuat sebuah perubahan dan saling memaafkan di babak terakhir dan di hari-hari terakhir menjelang
berakhirnya bulan Ramadan sehingga pada di hari yang disebut dengan hari kemenangan kita sejatinya benar-benar mendapatkan kemenangan kesuksesan dan keberhasilan yang patut kita syukuri dan mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi di bulan suci Ramadan tahun depan amin amin ya rabbal alamin mungkin cukup itu yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf wallahu muwafiq ila aqwam thq wallahuam bisawab wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]